Curhatan Arya tentang roda dua

Guys, pernah tidak jantung langsung deg-degan setiap melihat razia kendaraan bermotor? Apalagi kalo kita kemudian diminta untuk minggir, alamak !!! Walaupun ada juga yang tetap tenang, masih banyak yang langsung berpikir jelek kalo polisi bakal mencari-cari kesalahan kita.

Razia oleh Polisi

Gimana kalau knalpot yang kita pakai dipermasalahkan karena non standar? Menurut polisi, knalpot itu melanggar UU lalu lintas. Apa iya? Kalau kita dibacakan UU sekian nomor sekian tahun sekian, kita nurut aja dan dikasih surat tilang atau bayar di tempat alias damai…..tapi Penulis ga bakal ngebahas itu.

Yang mau Penulis bahas adalah, apakah benar knalpot bising dilarang? Apakah bisingnya membuat telinga sakit? Kalau telinga kamu sakit, telinga saya tidak, gimana? Apa tolok ukurnya? Nah dari PP Menteri Lingkungan Hidup no. 7 tahun 2009 tentang Ambang Batas Kebisingan Kendaraan Bermotor Tipe Baru yang berbunyi “untuk tipe 80 cc ke bawah maksimal 85 desibel (db). Lalu, tipe 80-175cc maksimal 90 db dan 175cc ke atas maksimal 90 db. Itu untuk tahap satu. Pada tahap dua, masing-masing maksimal, tipe 80 cc ke bawah sebesar 77 db, lalu 80-175cc sebesar 80 db, dan 175cc ke atas sebesar 83 db”. Berarti polisi harus membawa alat pengukur dB setiap razia. kenyataannya? Belum pernah Penulis lihat alat tersebut dibawa-bawa. Lalu kalau Penulis memakai moge yang pakai knalpot racing dimana harganya sama dengan motor metik, gimana? Tidak dibahas juga di PP tersebut.

Contoh Knalpot Racing di Moge

Kalau isi dari Undang Undang No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), khususnya pasal 48 ayat (3) Persyaratan laik jalan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan oleh kinerja minimal kendaraan bermotor yang diukur sekurang-kurangnya terdiri atas: a. emisi gas buang; b. kebisingan suara; c. efisiensi sistem rem utama; d. efisiensi sistem rem parkir;e. kincup roda depan; f. suara klakson; g. daya pancar dan arah sinar lampu utama; h. radius putar; i. akurasi alat penunjuk kecepatan; j. kesesuaian kinerja roda dan kondisi ban; dan k. kesesuaian daya mesin penggerak terhadap berat kendaraan,  kurang bisa diterapkan. kenapa? lah wong hanya menulis “kebisingan suara” saja. Menurut Polisi, bisa saja dikategorikan “bising” padahal belum tentu.

Ada lagi aturan yang rancu nih, Pembaca, dalam UU No 22 Tahun 2009, tetapi sudah berlaku sejak Januari 2010 :

Pasal 285 ayat (1), setiap pengendara sepeda motor yang tidak dilengkapi kelayakan kendaraan seperti spion, lampu utama, lampu rem, klakson, pengukur kecepatan, dan knalpot dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu.

Disebutkan “pengendara sepeda motor yang tidak dilengkapi kelayakan kendaraan seperti knalpot, maka dipidana, dst. Kalimat yang sangat rancu karena hanya menyebutkan “knalpot” saja. Tidak ada embel-embel “standar” atau “non-standar” sehingga Polisi di beberapa daerah akan salah mengartikannya. Ada yang menganggap knalpot apa saja asal ada & dipasang, ada juga yang menganggap harus knalpot standar pabrik.

Kasihan dong nasib pabrik knalpot? Ada beberapa produsen knalpot yang rela mengukur produk mereka sendiri tingkat desibel-nya sesuai PP yang Penulis kemukakan di awal tadi, misalnya AHRS. Nob1 bahkan mengeluarkan produk “Knalpot dB killer ” . Tetapi, dengan UU No. 22 tahun 2009 maka sia-sia saja perbuatan produsen knalpot tadi.

Akhir kata, jangan pernah berpikir untuk ganti knalpot standar kalau Pembaca ga mau kena razia knalpot. Kecuali kalau rela untuk membobok knalpot orisinal, jadinya aman secara tampilan dan tidak melanggar UU ataupun PP karena Polisi melihat berdasarkan tampilan fisik knalpot, xixixi…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: