Curhatan Arya tentang roda dua

Helm Snail ini tidak akan pernah saya beli, kalo helm INK fullface saya tidak dicuri. Memang saya teledor dengan parkir di minimarket dimana tankbag beserta helm disimpan begitu saja di motor, masih untung bukan tankbag yang diembat😀

Besoknya, saya ke pungkur untuk mencari-cari helm KBC, dimana ada fitur pinlock ready (pinlocknya beli terpisah dong) seharga 300ribuan. Ternyata tidak ada yang jual, tapi di Istana Helmet, mata saya tertuju ke helm merk Snail flip-up. beberapa rekan Prides menggunakan helm ini. Oke, saya ambil, cukup berat, dan ketika saya pakai, di bagian pipi sangat nge-press. hal ini sangat mengganggu karena pipi saya cukup tembem :p

Tapi di sebelahnya ada snail supermoto single visor non flip up. di sebelahnya lagi ada snail supermoto tanpa visor, nampaknya helm tsb untuk freestyle / motokross. Saya ambil yang ukuran XXL, dan begitu dicoba ternyata lumayan pas kecuali di pipi agak longgar. lihat harganya, hanya 375 ribu. sempat saya bertanya warna putih, untuk sewarna dengan ninja saya, ternyata tidak ada😦 ya sudah saya beli yang hitam.

Pemakaian selama 1 bulan, kuping kanan kadang sakit karna tertekan (pressed) oleh busa, lagipula bagian coakan untuk daun telinga agak kecil. Untuk kecepatan tinggi, bagian pet sangat mengganggu karena ada semacam efek turbulensi. Maka saya mencopot pet-nya, terbukti sangat enak ketika ngebut dan tampilannya jadi unik😀

Pada bulan April 2012 (saya membeli snail ini sekitar bulan Februari 2012) , helm snail yang saya beli mengalami kenaikan harga ke sekitar 400-500 ribuan, dan banyak kawan-kawan prides CB yang ingin helm model saya, namun kaget karena harganya naik jauh😀 Usut punya usut, ternyata model single visor tsb sudah tidak ada lagi, dan yang ada di pasaran hanya supermoto double visor dan double visor flip-up. Kalaupun ada, mungkin stok lama. Bisa dibilang helm saya ini generasi terakhir😀😀

Perbedaan yang baru (atas) dan lama (bawah)

Perbedaan, tentu di visor, moncong dan printilan aksesoris di permukaan helm. Keunikan lainnya helm ini, di bagian kiri ada semacam besi kecil yang menonjol dan di visornya ada lubang kecil, ternyata untuk “mengunci” agar visor tidak naik turun. Mungkin karena peruntukan helm ini di dua alam, aspal dan tanah maka (mungkin) dikhawatirkan visor akan naik-turun. Namun, di helm yang baru, tampaknya “pengunci” tersebut tidak ada.

Ya kan, tidak ada😀

http://www.baikerboi.net/product/5/216/SNAIL-SUPERMOTO-2-VISOR/?o=default#/image-product/img298-1318841454.jpg

http://bbsridershop.web.id/?p=636

Comments on: "Review Helm Snail Supermoto" (7)

  1. ajib gan.. salam ninja riders😀

  2. Jadi kabita hoyong snail ieu kang… Ngan di mataram ga ada euy… Hiks..

  3. bro jadi pet cukup menggangu ya, pada kecepatan berapa mulai terasa? kemarin liat di toko helm. modelnya ok cuman masih bingung krn pet itu. tolong review mendalam untuk kecepatan 80 – 120 km/jam

    • mengganggu sekali tidak, kalau panas seperti sekarang bisa membantu meneduhkan sinar matahari & kalau hujan bisa mengurangi air hujan yg akan mengenai visor. hanya kalau kecepatan di atas 100 kpj + angin yg besar, maka kepala akan terasa terdorong ke kanan & kiri.

  4. hendrahw said:

    saya pake helm ini juga untuk jalan-jalan dengan inazuma. sampai dengan 120kpj masih ok, kepala nggak goyang-goyang. mungkin karena posisi duduk yang berbeda dengan ninja. overall helm ini recomended untuk tampil beda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: